Bab 1: Manajemen

Berkebun bukan sekadar cara hidup, tetapi juga soal bisnis. Agar mencapai kesuksesan, bisnis membutuhkan manajemen. Rainforest Alliance berharap kebun bersertifikasi dikelola secara efisien, transparan, inklusif, dan tumbuh secara ekonomi.

Pada bagian ini, kita akan membahas lebih dalam perubahan-perubahan pada persyaratan Pemegang Sertifikasi Kebun pada bab manajemen dan menyoroti contoh-contoh yang relevan. 

Anda dapat meninjau semua perubahan pada persyaratan manajemen dalam dokumentasi yang dapat ditemukan di bagian Sumber daya.  

Sekarang, mari kita simak beberapa perubahan yang relevan: 

a) Menggunakan Alat Bantu Penilaian Kapasitas Manajemen (MCAT) tidak lagi wajib  
B) Tidak ada lagi jumlah maksimum inspeksi internal per hari
C) Inspeksi internal untuk kelompok berkurang karena sistem pengambilan sampel yang baru setelah tahun pertama
D) Pelatihan dan interval pelatihan ditentukan dan dengan lebih baik 
E) Pendekatan untuk menyediaan geolokasi dan poligon telah disesuaikan 

                                    

a) Alat Bantu Penilaian Kapasitas Manajemen(MCAT) tidak wajib lagi 

MCAT adalah alat bantu Excel untuk mengevaluasi kapasitas dan sistem bisnis di sejumlah area manajemen utama, dengan fokus pada penilaian kapasitas manajemen kelompok. Alat ini berfungsi untuk mengidentifikasi area-area yang dapat memperkuat kapasitas manajemen. 

Banyak Pemegang Sertifikat menilai alat ini terlalu rumit. DalamStandar v1.4, penggunaan MCAT sudah tidak wajib. Sebagai gantinya, Pemegang Sertifikat bisa menggunakan sistem manajemen mereka sendiri untuk mendokumentasikan evaluasi manajemen. 

  • Dokumentasi bisa dalam bentuk digital ataupun di atas kertas 

  • Dokumen ini akan diminta selama pemeriksaan dan inspeksi internal.

  • MCAT akan tetap tersedia bagi mereka yang ingin terus menggunakannya 

Sistem dokumentasi ini untuk apa? 

Sesuai persyaratan 1.1.1, manajemenharus menunjukkan komitmen terhadap pertanian berkelanjutan dengan memfokuskan sumber daya dan staf yang memadai untuk penerapan Standar Pertanian Berkelanjutan Rainforest Alliance. Manajemen juga perlu secara teratur menilai kapasitasnya dalam menerapkan Standard. Sistem dokumentasi manajemen berfungsi sebagai landasan untuk menilai rencana manajemen dan kemajuannya.

                                        

B) Tidak ada lagi jumlah maksimum inspeksi internal per hari 

Persyaratan mengenai batas inspeksi internal yang dapat dikunjungi oleh petugas inspeksi internal per hari telah dihapus. Hal ini akan memungkinkan manajemen kelompok untuk melakukan lebih banyak inspeksi internal per hari dalam skenario yang memungkinkan.

                                         

C) Inspeksi internal untuk kelompok berkurang karenasistem pengambilan sampel yang baru setelah tahun pertama 

Sistem inspeksi internal memastikan bahwa semua anggota dari suatu kelompok mematuhi standar. Hal ini juga berfungsi untuk mengumpulkan data dan menilai risiko.  

Persyaratan 1.4.1 telah diadaptasi untuk mengurangi jumlah inspeksi yang diperlukan.

Pada tahun pertama, inspeksi internal harus mencakup semua kebun seperti yang disyaratkan sebelumnya. Namun, untuk tahun-tahun berikutnya, kami mengadopsi pendekatan yang tidak terlalu preskriptif dan lebih fleksibel. 

Inspeksi internal setelah tahun pertama harus mencakup:

  • 100% kebun besar yang merupakan bagian dari suatu kelompok

  • Setidaknya 35% dari kebun kecil yang menjadi bagian dari sebuah kelompok per tahun, untuk memastikan bahwa semua kebun kecil diinspeksi setelah tiga tahun. Hal ini menciptakan sistem pengambilan sampel, sehingga setiap kebun dikunjungi setiap 3 tahun sekali dan tidak setiap tahun seperti yang disyaratkan sebelumnya.

Harap dicatat bahwa penerapan Standar Pertanian Berkelanjutan Rainforest Alliance masih perlu dilakukan untuk seluruh kelompok karena sampel audit diambil dari seluruh kelompok dan bukan dari 35% kelompok yang telah dikunjungi oleh pengawas internal. 

                                         

D) Pelatihan dan interval pelatihan diitentukan dan eksplisit 

Pelatihan merupakanbagian penting dari layanan yang diberikan manajemen kepadapara pekerja kebun anggota kelompok. Topik pelatihan dan interval pelatihan dijelaskan lebih rinci dalam Standar yang telah diperbarui. 

Untuk kelompok

Persyaratan 1.3.3 menyatakan bahwa manajemen harus menyediakan layanan untuk anggota kelompok dan pekerja yang dipekerjakan oleh kelompok, seperti pelatihan, bantuan teknis, bantuan dalam pencatatan, akses terhadap masukan, dan aktivitas yang menumbuhkan kesadaran.  

Untuk pelatihan yang disediakan oleh manajemen kelompok, sekarang ditetapkan bahwa topik-topik berikut ini dibahas sedikitnya setahun sekali: 

  • Praktik-praktik Terbaik dalam Inspeksi Internal, termasuk evaluasi (untuk semua petugas inspeksi internal)

  • Pelatihan tentang Strategi PHT

  • Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Kedaruratan

 

Untuk kebun yang bersertifikasi secara individu dan kebun besar yang menjadi bagian dari kelompok: 

Persyaratan 1.3.4 menyatakan bahwa manajemen harus menyediakan layanan untuk anggota kelompok dan pekerja yang dipekerjakan oleh kelompok, seperti pelatihan, bantuan teknis, dukungan pencatatan, akses ke masukan, dan kegiatan yang menumbuhkan kesadaran.

Untuk pelatihan yang disediakan oleh manajemen kebun besar, sekarang ditetapkan bahwa topik-topik berikut dibahas sedikitnya setahun sekali: 

  • Pelatihan tentang Strategi PHT

  • Prosedur Kesehatan dan Keselamatan Kerja serta Kedaruratan

                                                 

E) Pendekatan untuk memberikan geolokasi dan poligon telah disesuaikan .

Bab Manajemen juga menyertakan persyaratan untuk pengumpulan data geolokasi. Data geolokasi penting untuk memungkinkan keterlacakan produk bersertifikasi. Dengan cara ini, dapat dipastikan bahwa komoditas tersebut tidak berasal dari kawasan yang mengalami deforestasi atau kawasan lindung yang sangat dilarang melakukan produksi di kawasan tersebut. Pengumpulan poligon GPS memberikan data yang lebih akurat. Data ini juga dapat mendukung manajemen kebun, misalnya, dalam menganalisis ukuran kebun untuk estimasi volume.

Dalam versi 1.3, ada pendekatan bertahap untuk mengumpulkan dan memberikan data tentang geolokasi dan poligon. Untuk versi 1.4, pendekatan bertahap ini telah dihapus sehingga persyaratan pun menjadi lebih sederhana.

Untuk kelompok: 

Persyaratan 1.2.10 menetapkan bahwa untuk 100% kebun, tersedia data geolokasi untuk semua unit kebun yang memiliki tanaman bersertifikasi.
 
Setidaknya untuk 35% dari kebun, data geolokasi ini berupa poligon GPS. Pada audit sertifikasi kedua, semua unit kebun harus memiliki poligon.

 

Untuk kebun yang tersertifikasi secara individual dan kebun besar yang merupakan bagian dari kelompok: 

Persyaratan 1.2.11 menyatakan bahwa satu poligon tersedia untuk setiap unit pertanian.

 

 

 

Terakhir diubah: Monday, 17 March 2025, 15:24